PS

PORTAL BERITA SEMANTIK

Ekonomi

Dorong UMKM Naik Kelas, BI Gandeng Lebih 100 Desainer Ramaikan Pesyar Lewat Trend Hijab 2026

Be
Berita Kota Makassar
21 June 2026 • 19:58 WIB
Dorong UMKM Naik Kelas, BI Gandeng Lebih 100 Desainer Ramaikan Pesyar Lewat Trend Hijab 2026
Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Pekan Ekonomi Syariah (Pesyar) Kolaborasi dengan Trend Hijab 2026.

Kegiatan ini berlangsung pada 6–15 Maret 2026 di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar.
Acara ini menjadi salah satu rangkaian utama Pesyar yang bertujuan memperkuat industri halal di Sulawesi Selatan, khususnya pada subsektor modest fashion syariah yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama A, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk mengembangkan ekosistem ekonomi syariah melalui kolaborasi berbagai pihak.

“Pesyar kolaborasi dengan Trend Hijab 2026 menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem modest fashion syariah melalui sinergi antara pelaku usaha, desainer, komunitas kreatif, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Bank Indonesia dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar dan ArtPro. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM modest fashion sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Trend Hijab 2026 menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha dan desainer, baik dari tingkat nasional maupun regional. Pameran ini juga diramaikan oleh berbagai UMKM unggulan dari sektor makanan dan kriya.

Selain itu, Sharia Fair turut menghadirkan tenant makanan dan minuman halal yang memberikan pilihan kuliner bersertifikasi halal bagi masyarakat yang berkunjung.

Sebagai informasi, pada penyelenggaraan sebelumnya di tahun 2025, kegiatan Trend Hijab berhasil mencatatkan transaksi penjualan hingga Rp3,8 miliar selama periode pameran. Dengan meningkatnya dukungan dari berbagai pihak dan antusiasme masyarakat, Trend Hijab 2026 diharapkan mampu mencatatkan capaian yang lebih baik serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor perdagangan dan industri kreatif.
Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, Bank Indonesia juga menghadirkan berbagai booth edukasi seperti Halal Center, perbankan syariah, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kehadiran berbagai lembaga tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai layanan keuangan syariah dan pengembangan ekosistem halal.

Selain pameran, rangkaian kegiatan Sharia Forum juga diselenggarakan untuk menjadi wadah diskusi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha ekonomi syariah di Sulawesi Selatan. Forum tersebut mencakup dua agenda utama, yakni Workshop Pembiayaan Syariah bersama Bank Syariah Indonesia dan BPD Sulselbar Syariah pada 11 Maret 2026, serta Halal Lifestyle Talk pada 12 Maret 2026.

Wahyu menambahkan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan dukungan kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas dan masyarakat.

“Bank Indonesia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesian Fashion Chamber, ArtPro, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri halal sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu barometer pengembangan modest fashion syariah di Indonesia,” pungkasnya.

Inspektur Triple

Pengetahuan Terhubung

Data di bawah merupakan representasi pengetahuan semantik (Triple RDF) yang diekstrak menggunakan query SPARQL.

Tidak ada triple terdaftar di RDF store.
Total Hubungan RDF 0
Unduh RDF Turtle (.ttl)

Simulasi Google Rich Snippet

portal-berita-semantik.com > news > 60
Dorong UMKM Naik Kelas, BI Gandeng Lebih 100 Desainer Ramaikan Pesyar Lewat Trend Hijab 2026
21 Jun 2026 — Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah melalui penyelenggaraan Pekan Ekonomi Syariah (Pesyar) Kolaborasi dengan Trend Hijab 2026. Kegiatan ini berlangsung pada 6–15 Maret 2026 di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar. Acara ini menjadi salah satu rangkaian utama Pesyar yang bertujuan memperkuat industri halal di Sulawesi Selatan, khususnya pada subsektor modest fashion syariah yang dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang. Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Wahyu Purnama A, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya strategis untuk mengembangkan ekosistem ekonomi syariah melalui kolaborasi berbagai pihak. “Pesyar kolaborasi dengan Trend Hijab 2026 menjadi wadah untuk memperkuat ekosistem modest fashion syariah melalui sinergi antara pelaku usaha, desainer, komunitas kreatif, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya,” ujarnya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Bank Indonesia dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Makassar dan ArtPro. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelaku UMKM modest fashion sekaligus memperluas akses pasar bagi produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global. Pada penyelenggaraan tahun ini, Trend Hijab 2026 menghadirkan lebih dari 100 pelaku usaha dan desainer, baik dari tingkat nasional maupun regional. Pameran ini juga diramaikan oleh berbagai UMKM unggulan dari sektor makanan dan kriya. Selain itu, Sharia Fair turut menghadirkan tenant makanan dan minuman halal yang memberikan pilihan kuliner bersertifikasi halal bagi masyarakat yang berkunjung. Sebagai informasi, pada penyelenggaraan sebelumnya di tahun 2025, kegiatan Trend Hijab berhasil mencatatkan transaksi penjualan hingga Rp3,8 miliar selama periode pameran. Dengan meningkatnya dukungan dari berbagai pihak dan antusiasme masyarakat, Trend Hijab 2026 diharapkan mampu mencatatkan capaian yang lebih baik serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor perdagangan dan industri kreatif. Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi ekonomi syariah, Bank Indonesia juga menghadirkan berbagai booth edukasi seperti Halal Center, perbankan syariah, Lembaga Amil Zakat (LAZ), serta Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS). Kehadiran berbagai lembaga tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai layanan keuangan syariah dan pengembangan ekosistem halal. Selain pameran, rangkaian kegiatan Sharia Forum juga diselenggarakan untuk menjadi wadah diskusi dan peningkatan kapasitas pelaku usaha ekonomi syariah di Sulawesi Selatan. Forum tersebut mencakup dua agenda utama, yakni Workshop Pembiayaan Syariah bersama Bank Syariah Indonesia dan BPD Sulselbar Syariah pada 11 Maret 2026, serta Halal Lifestyle Talk pada 12 Maret 2026. Wahyu menambahkan bahwa pengembangan ekonomi dan keuangan syariah memerlukan dukungan kuat dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, hingga komunitas dan masyarakat. “Bank Indonesia mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesian Fashion Chamber, ArtPro, serta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dalam kegiatan ini. Sinergi ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan industri halal sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai salah satu barometer pengembangan modest fashion syariah di Indonesia,” pungkasnya.
Kategori: Ekonomi Penulis: Berita Kota Makassar