Politik
•
Persaingan Kandidat Ketua Golkar Pinrang, dari Ady Frangky Baramuli Hingga Petahana
an
andirus
21 June 2026 • 20:07 WIB
Dinamika politik menjelang perhelatan pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Pinrang semakin menarik perhatian publik. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat potensial untuk memimpin partai berlambang pohon beringin rindang tersebut di Bumi Lasinrang.
Salah satu figur yang santer disebut akan meramaikan bursa pencalonan adalah Ady Frangky Baramuli, seorang kader tulen Partai Golkar yang berasal dari keluarga besar Baramuli, salah satu keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik Golkar di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pinrang.
Ady Frangky Baramuli diketahui pernah mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dan aktif dalam organisasi kepemudaan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai wadah pembinaan dan regenerasi kader muda Golkar.
Nama besar keluarga Baramuli juga menjadi bagian penting dalam sejarah Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
Tokoh-tokoh seperti almarhum A.A. Baramuli, mantan Ketua DPA RI, serta almarhum Ahmad Eddy Baramuli, mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 1999–2004, dikenal memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan partai dan pembangunan daerah.
Selain Ady Frangky Baramuli, sejumlah nama lain seperti Hastan Mattanete dan petahana Usman Marham juga disebut-sebut memiliki peluang dalam kontestasi politik internal Partai Golkar Pinrang.
Tokoh politik senior di Kota Makassar, Puang Caco, menilai bahwa kepemimpinan DPD II Golkar Pinrang ke depan harus berada di tangan figur yang mampu menjaga soliditas partai dan memperkuat basis dukungan masyarakat.
"Golkar membutuhkan sosok yang mampu merangkul semua elemen kader, menjaga tradisi perjuangan partai, dan membawa organisasi lebih maju menghadapi tantangan politik ke depan," ujarnya.
Senada dengan itu, akademisi Mustamin berpandangan bahwa regenerasi kepemimpinan menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Pinrang. Menurutnya, figur yang terpilih nantinya harus mampu membesarkan partai sekaligus memberikan ruang bagi kader-kader muda untuk berkembang.
Sementara itu, pengusaha asal Makassar, Abd. Ruaf, berharap proses pemilihan Ketua DPD II Golkar Pinrang berlangsung secara demokratis dan kompetitif.
"Kontestasi ini hendaknya menjadi ajang adu gagasan dan pengabdian. Siapa pun yang maju harus menunjukkan kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap partai, bukan sekadar mengejar jabatan," ujarnya.
Pengamat menilai, perhelatan pemilihan Ketua Golkar Kabupaten Pinrang bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi untuk memperkuat mesin partai menjelang agenda politik mendatang.
Pada akhirnya, kader dan pengurus Golkar Pinrang dihadapkan pada pilihan untuk menentukan sosok nahkoda yang tidak hanya memiliki rekam jejak organisasi dan jaringan yang kuat, tetapi juga dedikasi serta komitmen menjaga marwah Partai Golkar.
Di tengah persaingan yang diperkirakan berlangsung ketat, kompetensi, loyalitas, kemampuan membangun persatuan, dan kerja nyata bagi partai serta masyarakat diyakini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar Pinrang ke depan.
Salah satu figur yang santer disebut akan meramaikan bursa pencalonan adalah Ady Frangky Baramuli, seorang kader tulen Partai Golkar yang berasal dari keluarga besar Baramuli, salah satu keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik Golkar di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pinrang.
Ady Frangky Baramuli diketahui pernah mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dan aktif dalam organisasi kepemudaan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai wadah pembinaan dan regenerasi kader muda Golkar.
Nama besar keluarga Baramuli juga menjadi bagian penting dalam sejarah Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
Tokoh-tokoh seperti almarhum A.A. Baramuli, mantan Ketua DPA RI, serta almarhum Ahmad Eddy Baramuli, mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 1999–2004, dikenal memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan partai dan pembangunan daerah.
Selain Ady Frangky Baramuli, sejumlah nama lain seperti Hastan Mattanete dan petahana Usman Marham juga disebut-sebut memiliki peluang dalam kontestasi politik internal Partai Golkar Pinrang.
Tokoh politik senior di Kota Makassar, Puang Caco, menilai bahwa kepemimpinan DPD II Golkar Pinrang ke depan harus berada di tangan figur yang mampu menjaga soliditas partai dan memperkuat basis dukungan masyarakat.
"Golkar membutuhkan sosok yang mampu merangkul semua elemen kader, menjaga tradisi perjuangan partai, dan membawa organisasi lebih maju menghadapi tantangan politik ke depan," ujarnya.
Senada dengan itu, akademisi Mustamin berpandangan bahwa regenerasi kepemimpinan menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Pinrang. Menurutnya, figur yang terpilih nantinya harus mampu membesarkan partai sekaligus memberikan ruang bagi kader-kader muda untuk berkembang.
Sementara itu, pengusaha asal Makassar, Abd. Ruaf, berharap proses pemilihan Ketua DPD II Golkar Pinrang berlangsung secara demokratis dan kompetitif.
"Kontestasi ini hendaknya menjadi ajang adu gagasan dan pengabdian. Siapa pun yang maju harus menunjukkan kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap partai, bukan sekadar mengejar jabatan," ujarnya.
Pengamat menilai, perhelatan pemilihan Ketua Golkar Kabupaten Pinrang bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi untuk memperkuat mesin partai menjelang agenda politik mendatang.
Pada akhirnya, kader dan pengurus Golkar Pinrang dihadapkan pada pilihan untuk menentukan sosok nahkoda yang tidak hanya memiliki rekam jejak organisasi dan jaringan yang kuat, tetapi juga dedikasi serta komitmen menjaga marwah Partai Golkar.
Di tengah persaingan yang diperkirakan berlangsung ketat, kompetensi, loyalitas, kemampuan membangun persatuan, dan kerja nyata bagi partai serta masyarakat diyakini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar Pinrang ke depan.
Inspektur Triple
Pengetahuan Terhubung
Data di bawah merupakan representasi pengetahuan semantik (Triple RDF) yang diekstrak menggunakan query SPARQL.
Tidak ada triple terdaftar di RDF store.
Total Hubungan RDF
0
Unduh RDF Turtle (.ttl)
Simulasi Google Rich Snippet
portal-berita-semantik.com > news > 64
Persaingan Kandidat Ketua Golkar Pinrang, dari Ady Frangky Baramuli Hingga Petahana
21 Jun 2026 — Dinamika politik menjelang perhelatan pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kabupaten Pinrang semakin menarik perhatian publik. Sejumlah nama mulai diperbincangkan sebagai kandidat potensial untuk memimpin partai berlambang pohon beringin rindang tersebut di Bumi Lasinrang.
Salah satu figur yang santer disebut akan meramaikan bursa pencalonan adalah Ady Frangky Baramuli, seorang kader tulen Partai Golkar yang berasal dari keluarga besar Baramuli, salah satu keluarga yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik Golkar di Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Pinrang.
Ady Frangky Baramuli diketahui pernah mengemban amanah sebagai Wakil Bendahara DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan dan aktif dalam organisasi kepemudaan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) sebagai wadah pembinaan dan regenerasi kader muda Golkar.
Nama besar keluarga Baramuli juga menjadi bagian penting dalam sejarah Partai Golkar di Sulawesi Selatan.
Tokoh-tokoh seperti almarhum A.A. Baramuli, mantan Ketua DPA RI, serta almarhum Ahmad Eddy Baramuli, mantan Ketua DPRD Sulawesi Selatan periode 1999–2004, dikenal memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan partai dan pembangunan daerah.
Selain Ady Frangky Baramuli, sejumlah nama lain seperti Hastan Mattanete dan petahana Usman Marham juga disebut-sebut memiliki peluang dalam kontestasi politik internal Partai Golkar Pinrang.
Tokoh politik senior di Kota Makassar, Puang Caco, menilai bahwa kepemimpinan DPD II Golkar Pinrang ke depan harus berada di tangan figur yang mampu menjaga soliditas partai dan memperkuat basis dukungan masyarakat.
"Golkar membutuhkan sosok yang mampu merangkul semua elemen kader, menjaga tradisi perjuangan partai, dan membawa organisasi lebih maju menghadapi tantangan politik ke depan," ujarnya.
Senada dengan itu, akademisi Mustamin berpandangan bahwa regenerasi kepemimpinan menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Pinrang. Menurutnya, figur yang terpilih nantinya harus mampu membesarkan partai sekaligus memberikan ruang bagi kader-kader muda untuk berkembang.
Sementara itu, pengusaha asal Makassar, Abd. Ruaf, berharap proses pemilihan Ketua DPD II Golkar Pinrang berlangsung secara demokratis dan kompetitif.
"Kontestasi ini hendaknya menjadi ajang adu gagasan dan pengabdian. Siapa pun yang maju harus menunjukkan kapasitas, integritas, dan loyalitas terhadap partai, bukan sekadar mengejar jabatan," ujarnya.
Pengamat menilai, perhelatan pemilihan Ketua Golkar Kabupaten Pinrang bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum konsolidasi untuk memperkuat mesin partai menjelang agenda politik mendatang.
Pada akhirnya, kader dan pengurus Golkar Pinrang dihadapkan pada pilihan untuk menentukan sosok nahkoda yang tidak hanya memiliki rekam jejak organisasi dan jaringan yang kuat, tetapi juga dedikasi serta komitmen menjaga marwah Partai Golkar.
Di tengah persaingan yang diperkirakan berlangsung ketat, kompetensi, loyalitas, kemampuan membangun persatuan, dan kerja nyata bagi partai serta masyarakat diyakini akan menjadi faktor penting dalam menentukan arah kepemimpinan Golkar Pinrang ke depan.
Kategori: Politik
Penulis: andirus